Sabtu, 31 Oktober 2015

Enam, Syif (Sebuah Pengalaman Konyol)

Siang itu, saat jam istirahat, aku kembali ke kos yang jaraknya benar-benar dekat dari gerbang kampus. Namun tetap saja, aku harus berjalan sekitar lima menit dari fakultasku menuju gerbang kampus. Tujuanku ke kos adalah mengambil kartu ATM, aku ingin mengambil uang karena saat itu uangku hampir habis. Kurang dari setengah jam lagi, mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar akan dimulai. Aku pun bergegas menuju ATM dekat gerbang kampus untuk mengambil uang. 


Pukul setengah dua itu tidak lama lagi, aku pun dengan buru-buru memasukkan kode PIN untuk mengambil sejumlah uang. Sekali, tidak bisa. Perasaan, tadi aku benar. Kucoba lagi, kok, tidak bisa juga, ya. Tanpa pikir panjang, aku tetap memasukkan kode yang sama karena saking yakinnya itu sudah benar (dan sebentar lagi kelas mulai). Eh, tetap gak bisa. 

Sejak saat itu ATM-ku terblokir, deh, hehe. Aku pun segera menuju fakultas karena sebentar lagi kelas mulai. Benar saja, aku sudah telat. 

Aku lupa kapan, mungkin kira-kira setelah kuliah selesai, aku baru sadar bahwa aku hanya memasukkan empat digit kode PIN padahal seharusnya enam digit. Konyolnya, aku baru ingat saat itu. Ehehe... 

Foto random aja. Daripada gak ada fotonya. #hehe

Aku sepertinya baru makan roti tadi pagi. Aku gak bawa uang ke kampus. Melihat seorang teman sedang berjualan donat aku ingin membelinya, lupa lagi gak punya uang. Sebenarnya ada, sih, tapi kayaknya tidak sampai seribu. "Gak jadi deh, lagi gak ada uang," kataku.

"Gak papa aku bayarin dulu aja," kata temanku Dhea. Awalnya aku gak mau, tapi dia tetap menawarkan donat itu. Weh, rejeki nih :) Aku langsung makan donat hasil ngutang :D Satu rezeki lagi nih, temanku ada yang berjualan keripik. Aku memesan keripiknya minggu lalu. Eh, ternyata dia bawa sekarang. Terus, aku bilang bahwa aku gak punya uang. "Mendingan aku ngambil sekarang atau gimana?" tanyaku. Eh, katanya gak papa ngutang dulu. Rezeki lagi :D

Sampai kos, aku melapor kepada orang tuaku mengenai kejadian tadi. Kata Abi, "itumah biasa". Beliau menyuruhku meminjam rekening teman untuk transfer uang sementara. Setelah mencari-cari, alhamdulillah seorang teman siap membantu. (Makasih banyak, Ira :"D) 

Sebenarnya, di kos ada beras yang baru satu kali kusentuh, persediaan mi g**as yang sejak ke sini belum habis, pemanas air yang hanya beberapa kali kupakai, susu bubuk, dan rice cooker yang sudah berdebu. Aku memang bisa memasak air dan nasi, juga menyeduh susu cokelat, tetapi ya gitu deh. Malam harinya, aku hanya makan makaroni tadi, hehe.

Eh, persediaan air habis setelah aku minum malam itu.

Seingatku, keesokan harinya aku sarapan brownies dan beli air 250 ml. Lho, uangnya dari mana? Harta karun, uangnya dari kumpulan receh lima ratus, dua ratus, dan seratus yang selama ini aku pikir hanya menuh-menuhin tas. 

Duh, aku SANGAT lupa kejadiannya persisnya... Sepertinya lusa sejak kejadian salah memasukkan kode PIN itu, pagi sebelum kuliah Ira dan aku janjian ke ATM untuk ngambil uang yang Abi titipkan. Aku menunggu Ira, tak lama Ira (bareng Jeni) datang. AKU MEGANG UANG LAGI ALHAMDULILLAH.


Gak lama, beberapa hari setelahnya, aku mendapat kiriman tas baru dan kartu ATM dari Umi... Alhamdulillah Ya Allah :")

Yang aku dapat setelah mengalami kejadian itu, tuh.. Walau repot sedikit, saat orang lain butuh bantuan, bantulah :) 

Kira-kira seperti itulah ceritanya. Pokoknya seingatku, ada satu hari aku benar-benar gak makan dan gak minum dari pagi sampai menjelang sore. Beneran. Kalau gak salah sih, setelah aku megang uang lagi. Memang, aku sudah mendapat pegangan sejumlah uang, tetapi setelahnya aku langsung kuliah. Baru sepertinya setelah kuliah berakhir aku membeli makanan dan minuman.

(Aku-kamu lagi. Terbawa lingkungan... Jadi, suka-suka akulah, kapan pakai gue-elo, kapan pakai aku-kamu, hahaha #mencarijatidiri)
(Aku gak meng-update postingan dengan konsisten, sesuai mood aja)

5 k○mentar:

Anonim mengatakan...

Pengalaman yang banyak hikmahnya, Alhamdulillah...
Hikmahnya paling tidak :
1. Usahakan melakukan sesuatu tidak tergesa-gesa
2, Perlu membantu orang lain yang kesulitan. Kalau lagi kesulitan, perlu banget bantuan orang lain
Kayaknya lebih enak bacanya pake aku kamu daripada gue elo. Thanks for sharingnya.

Abi

KakSyifa mengatakan...

Hehehe udah kan Bi, Kakak udah nge-post hehe... Iya, Bi, makasih tambahannya. Enakan aku-kamu, ya? Hehe, mungkin Kakak masih amatir dalam menggunakan gue-elo, masih rada kaku gitu, wkwk... Tapi kalo ke diri sendiri, kadang aku-kamu, kadang gue-elo... Pengaruh lingkungan banget sih, mayoritas pake aku-kamu jadi kebawa juga :)

Dwiyasti Granger :3 mengatakan...

Alhamdulillah ya Kak. Bisa jadi pengingat supaya nggak buru-buru sampe teledor hehe.
Wah, sekarang kakak udah kuliah nih. Sukses kak :D

kakcipa mengatakan...

Iya Dwi, hehe.. Pengen cepet malah repot. Aamiin makasih Dwi :D

Lanting Rusak mengatakan...

Artikelnya keren

Btw kunjungi juga blog ane:
http://lantingrusak.blogspot.com/

Posting Komentar

Makasih udah baca :)

Diberdayakan oleh Blogger.